Kesaksian Pengguna

Kesaksian-kesaksian atau testimoni yang kami tampilkan di bawah ini merupakan kiriman dari sejumlah pengguna Bambu Petuk sebelum Anda. Jika berkenan, Anda juga bisa berbagi pengalaman bersama kami. Kirimkan perubahan atau manfaat apa yang Anda peroleh setelah menggunakan Bambu Petuk, nama dan alamat bisa disamarkan apabila Anda menghendaki demikian.


Bambu Petuk Kang Masrukhan, Bawa Aku Menuju Kesuksesan

Akhirnya saya percaya Kang Masrukhan, Bambu Pethuk dari Anda sekarang sudah terbukti khasiatnya. Nyatanya setelah saya menggunakannya selama tiga bulan ini saya sering mendapat tawaran memborong pekerjaan, salah satunya membangun apartemen 32 lantai di ibu kota Jakarta. Ini saya baru percaya kang, kapan saya bisa bertemu dengan Anda, atau ketemu di Jakarta saja pas ketika Anda praktek kang. REJO, 45 tahun, Pemalang, via SMS : 081223xxxxxx


Bambu Petuk Pemulus Bisnis

Sewaktu mendiang istri saya masih hidup di dunia, kami sama-sama bekerja keras untuk menghidupi keempat anak kami. Namun sekarang istri saya telah tiada, hingga semua kebutuhan harus dapat saya tanggung dan usahakan sendiri.

Lama-kelamaan saya sadar, bahwa gaji yang saya peroleh sebagai satpam sebuah kantor periklanan tidak akan cukup untuk membiayai semua keperluan keluarga. Saya pun mulai mencari cara lain mendapatkan uang dengan berbisnis sampingan di bidang jual-beli aksesoris. Untuk memuluskan bisnis sampingan ini saya sengaja memesan Bambu Petuk dari www.bambupetuk.com, yang khasiatnya telah dibuktikan sendiri oleh salah seorang kawan saya.

Syukur Alhamdulillah, usaha sampingan tersebut berjalan baik. Pemasukan yang saya peroleh sudah melebihi harapan saya sehingga pekerjaan lama sebagai satpam pun akhirnya saya tinggalkan. Memang tidak salah jika kawan saya tadi sengaja merekomendasikan Bambu Petuk, yang ternyata memang memiliki manfaat luar biasa. Terima kasih banyak, tim Bambu Petuk!


Bantuan Dalam Menagih Pinjaman

Semua tindakan di dunia ini memang selalu ditentukan oleh niatnya. Namun sayang, bahkan niat baik sekalipun tidak selamanya berujung baik juga. Contohnya seperti saya, niat membantu sesama ibu rumah tangga yang kebetulan sedang membutuhkan bantuan keuangan justru menjadi boomerang ketika uang yang saya pinjamkan tidak kunjung dikembalikan dengan beragam alasan yang tidak masuk akal.

 Hutang mandeg seperti ini harusnya tidak berasa ketika kondisi keuangan saya baik-baik saja. Namun ketika saya sendiri sedang membutuhkan uang, jengkel jadinya mengingat uang saya masih tertahan di tangan orang dan belum juga dikembalikan setelah dipinjam sekian lama.

 Sadar bahwa cara apapun yang saya pakai untuk menagih tidak akan mendatangkan guna, saya kemudian memilih untuk meminta saran profesional dari Kang Masrukhan, konsultan spiritual yang berkantor di Kudus, Jawa Tengah. Saran yang saya terima dari beliau adalah agar saya menggunakan Bambu Petuk sebagai sarana mempermudah upaya nyata saya menagih hutang dari sejumlah orang.

 Ampuh, memang. Semenjak mempergunakan Bambu Petuk saya tidak pernah lagi pulang dengan tangan kosong setelah pergi untuk meminta pengembalian pinjaman. Mereka-mereka yang meminjam uang dari saya mendadak segera melunasi hutangnya tanpa banyak alasan dan basa-basi yang tidak perlu. Syukur Alhamdulillah, sekarang semua dana saya yang sebelumnya mandeg karena dipinjam sana-sini sudah kembali dan telah saya gunakan untuk keperluan pendidikan anak-anak saya. Terima kasih, Kang Masrukhan.


Berjaya di Tengah Persaingan Usaha

Segala hal tentang kerajinan tas dan seluk-beluknya telah menarik perhatian saya sejak lama. Karena itu tidak heran jika saya nekat berhenti dari pekerjaan saya yang lama dan memutuskan untuk menjadi perajin tas dari berbagai bahan sejak tahun 2009 silam. Mimpi saya, dengan memulai usaha sendiri suatu saat nanti saya akan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang di kanan-kiri.

Tapi ternyata apa yang saya impikan memang tidak mudah untuk diraih. Banyaknya pesaing dan maraknya serbuan barang impor berharga murah dari China menjadi kendala besar mengembangkan usaha yang saya rintis ini. Tidak peduli semenarik apapun desain yang saya buat, selalu ada saja yang bisa membuat model serupa dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Ketika sedang meratapi nasib bisnis saya ini seorang saudara tiba-tiba menyarankan agar saya mengimbangi usaha nyata yang sudah jor-joran dengan usaha batin yang kalau bisa sama kerasnya juga. Kemudian diantarkannya saya ke alamat kantor Asosiasi Parapsikologi Nusantara yang pucuk pimpinannya dipegang oleh Kang Masrukhan, seorang konsultan spiritual sekaligus guru Ilmu Hikmah yang pernah mendidik saudara saya tadi.

Setelah berkonsultasi dengan Kang Masrukhan secara langsung, saya disarankan oleh beliau untuk menggunakan Bambu Petuk. Sarana spiritual berwujud ruas bambu yang telah diisi dengan khodam dan berbagai energi alam semesta ini masih saya gunakan sampai sekarang. Hasilnya? Jangan ditanya. Kemampuan Kang Masrukhan sebagai seorang spiritualis memang tidak perlu diragukan lagi. Buktinya setelah memiliki Bambu Petuk ini usaha saya ramai bukan main. Order terus berdatangan dari segala kalangan, semuanya menuntut hasil kualitas prima yang sebisa mungkin saya penuhi. Memang benar jika dikatakan bahwa bagaimanapun juga kualitas suatu barang akan tetap menang, tidak peduli pada harga berapapun barang tersebut dijual.

Lambat laun, seperti yang dulu selalu saya impikan, lewat usaha ini saya sekarang telah mempekerjakan belasan karyawan yang Alhamdulillah, semuanya rajin dan berprestasi. Semoga untuk kedepannya nanti kami dapat berjuang bersama menuju kehidupan yang penuh berkah. Amin.