Pring pethuk Menjadikan Kaya

pring petuk untuk kekayaan

Pring pethuk Menjadikan Kaya – Nama saya Marlan (40). Saya berasal dari Jombang Jawa Timur, keadaan keluarga snagat mengenaskan, mengingta saya bekerja sebagai tenaga serabutan. Kmai sekeluarga menempati rumah peninggalan keluarga saya yang reot dan tidak layak huni. Berbagai pekerjaan kasar saya lakukan, mulai dari mencangkul sawah, bongkar muat batu bata, tanah dan padas, semua saya lakukan demi mencukupi satu istri dan kelima anakku untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Namun semua kerja keras yang saya lakukan selalu tidak cukup karena gaji yang saya dapat terbilang sedikit. Hutang menumpuk, gali lobang tutup lobang, sampai saat ini saya repot hutang lagi sama tetangga dan saudara dekat. Iya, saya malu, hutang semakin banyak dan gaji sebagai pekerja kasar tetap tidak bisa menutu itu semua.

Sebagai tulang punggung keluarga saya tidak menyerah begitu saja. Saya bekerja siang dan malam, siang saya bekerja sebagai buruh kasar, malamnya saya mencuci piring di rumah makan dekat rumah. Dan saya berdoa selalu dalam keadaan sehat, karena apabila saya dalam keadaan sakit makan keluarga saya makan apa. Baca Juga – Mengenal Asal Usul Pring Petuk Asli

Saya sekeluarga tergolong taat beribadah. Jujur, saya sudah bosan dengan keadaan hidup yang sedemikian rupa, saya merasa gagal jika tidak membahagiakan keluarga. Saya lebih sedih lagi karena melihat anak-anak sudah putuus sekolah, itu semua karena diri ini tidak mampu biaya mereka.

Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, sempat beberapa bulan lalu saya memutuskan bunuh diri, namun saya akan lebih merasa sangat berdosa mengingat diri ini adalah tulang punggung mereka, lantas makan apa kalau saya tinggal mati.

Pernah juga kita sepakat untuk mengakhiri hidup bersama, namun…sudahlah, saya mengurungkan niat itu, saya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya mengadu sampai menangis-nangis meminta solusi atas penderitaan hidup yang saya jalani.

Pernah suatu ketika istri saya beli sayur di warung tetangga, karena mungkin sering ngutang istri saya di bentak-bentak didepan pembeli lainnya, ketiga anak saya yang ikut belanja ikut menangis, mereka pulang dengan tangan hampa dan hanya air mata yang menghiasi matanya.

Saya semakin sedih lagi ketika tetangga saya menagih hutang, mungkin karena jengkel dai membentak-bentak dengan nada keras, pintu rumah saya ditendang-tendang sampai jebol, uang yang saya pinjam tidak terkembalikan selama dua tahun lebih. Hati saya sakit dan pusing tujuh keliling memikirkan kehidupan saya.

Akhirnya berubah…

Semua berubah ketika saya memberanikan diri bertanya kepada kyai setempat mengenai cara-cara agar keluar dari jeratan kemiskinan yang saya alami. Berbagai keilmuan maupun sarana sudah saya coba namun tidak urung ada yang berhasil. Bahkan shalat seratus rakaat tiap tengah malam sudah saya lakukan namun selalu tidak ada pencerahan. Baca Juga – Berkah dari Pring Petuk, Kini Marlan & Keluarga Terangkat Martabatnya

Akhirnya saya mendapatkan satu solusi dari snag kyai tersebut, katanya solusinya tersebut sudah dibuktikan banyak orang yang datang kepadanya. Namanya adalh pringpethuk, atau dalam istilah bahas Indonesianya dalah bambu pethuk.

Jujur malam itu saya tidak bisa mengganti mahar bambu pethuk. Mungkin karena sang kyai sangat kasihan dengan kehidupan saya akhirnya dia memberikan secara cuma kepada saya. Dia hanya berpesan agar ketika menggunakan bambu pethuk saya sekeluarga harus tetap dan lebih serius menjalankan ibadah, meyakini semua terkabulnya keinginan kita bersumber dari Allah SWT. Tetap berusaha lahir, batin dan sabar. Satu lagi ketika berhasil dan sukses untuk selalu ingat beramal.

Dan benar sekali ketika saya menggunakan selama tiga bulan, saya merasakan ada peningkatan finansial. Bos ditempat saya bekerja tiba-tiba sering memberi aku tips antara 100-200 ribu setiap pulang kerja. Hal itu saya rasakan 3 kali dalam seminggu, namun saya hanya berfikir mungkin hal demikian hanya kebetulan saja.

Lalu saya mencoba membuat sebuah lapangan usaha. Di mana saya memanfaatkan barang bekas untuk didaur ulang dan dijual. Atau istilah lainnya saya bekerja diseputar barang rongsokan, alhamdulillah dulu saya pernah bekerja ditempat pengepul, jadi lumayan paham seputar brang rongsokan.

Alhamdulillah setelah saya membuka bisnis ini selama satu tahun setengah sudah bisa merasakan kenikmatan rezeki yang melimpah dari Allah SWT. Seluruh keluarga bahagia, menikmati hidup dengan bahagia. Lama tidak makan yang enak-enak sekarang tiap hari pasti makan enak, satu bulan sekali liburan bersama. Anak-anak sekarang sudah pada sekolah semua, walaupun umur mereka terbilang terlalu tua tidak sesuai standart anak sekolah namun tidak apa, mereka senang sekali kembali bisa masuk sekolah.

Tidak lupa semua pendapatan dari hasil bisnis saya sumbangkan 2.5 % setiap satu bulan sekali. Baik saya serahkan kepada yayasan, yatim piatu, tempat ibadah atau kepada orang yang membutuhkan lainnya.

Apakah ini semua ada kaitannya dengan bambu pethuk? Saya tidak tahu, pada intinya setelah saya menggunakan sarana tersebut sekarang kehidupan saya berubah drastis. Namun saya merasa tidak cukup kalau belum tahu dari mana bambu pethuk dari kyai itu berasal. Usut punya usut akhirnya terungkap, dimana bambu pethuk itu berasal dari salah satu paranormal terkaya dari Kudus, dia bernama Masrukhan. Atau lebih dikenal dengan sebutan Kang Masrukhan.

Dengan bergegas saya menemui di tempat prakteknya, akhirnya saya bertemu dengan beliau, rupanya dia orang yang ramah dan sangat friendly. Saya tidak lupa menceritakan perjalanan kisah hidup saya dan bagaimana pengalaman menggunakan bambu pethuk. Jika Anda ingin tahu lebih dalam seputar Bambu Petuk, Anda bisa kunjungi di BambuPetuk.com

Topik Paling di Cari: